Kelas : X - Ap 1
Otomatisasi & Tata Kelola Perkantoran
Tahun ajaran 2017/2018
Pembimbing : Kusnari,M.pd
I. KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehadiratnya lah, saya dapat menyelesaikan blog ini yang berjudul "Laporan Kegiatan Literasi SMKN 9 Jakarta" dengan baik tanpa halangan. Blog ini telah saya selesaikan atas berkat bantuan dari beberapa pihak.
Oleh karena itu saya sampaikan banyak terima kasih kepada beberapa pihak yang terlibat dalam penyelesaian blog ini.
Diluar itu, penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya masih banyak kesalahan dalam penulisan blog ini, baik dari segi bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu, dengan kerendahan hati, saya selaku penulis menerima segala kritik dan saran dari pembaca.
Dengan karya ini saya berharap dapat membantu dan bermanfaat bagu para pembaca.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil hal - hal yang bermanfaat.
Jakarta, 19 April 2018
Komala Dewi
Setiap hari Rabu di SMKN 9 Jakarta mengadakan kegiatan literasi di lapangan sekolah. Kegiatan ini guna untuk meningkatkan minat baca dan daya baca para siswa/siswi. Para murid diperbolehkan membawa novel yang akan mereka baca.
Novel yang mengandung unsur SARA tidak diperbolehkan untuk para siswa/siswi baca. Kegiatan ini dilakukan sebelum KBM pada jam 06.15 sampai 06.30. Novel yang saya baca disini berjudul "Me Versus High Heels" yang ditulis oleh Maria Ardelia.
III. SINOPSIS
Novel yang berjudul "Me Versus High Heels" ini dapat dikategorikan sebagai novel fiksi. Sasha adalah cowok tomboi, suka bermain basket, sepak bola, dan kegiatan yang didominasi oleh pria. Sasha kuga tidak suka memakai sepatu tinggi. Ia terbiasa berdandan seenaknya saja. Sikapnya itu membuat orang tua dan teman temannya menggeleng geleng kepala namun Sasha tak peduli. Sasha bersahabat dengan Ronald dan Lola. Mereka bertiga satu SMU. Saat sedang makan malam bersama keluarganya, Sasha bertabrakan dengan pria yang mirip dengan idolanya. Dia bercerita kepada Dondon sahabatnya, ternyata orang itu Arnold saudara tirinya Dondon. Arnold suka sama gadis yang feminim dan suka berdandan. Tanpa disadari, Sasha menyukai Arnold. Saking jatuh cintanya, ia rela berubah demi Arnold. Perlahan - lahan Lola mengajari Sasha menjadi wanita seutuhnya. Meskipun ia telah rela berubah demi Arnold, tetapi tetap saja Arnold tidak menyukai Sasha. Bahasa yang digunakan Maria ini mudah dimengerti karena menggunakan bahasa yang sederhana dan bercirikan anak muda. Alur ceritanya pun tidak bertele - tele. Selain itu pada akhir ceritanya terlalu dramatis. Dalam novel ini Maria Ardelia ingin menyampaikan pada pembaca, bahwa walaupun cinta itu tidak dapat mengubah segalanya tetapi dengan mencintai seseorang bukan harus berarti mengubah orang itu sepenuhnya. Kita harus mencintai orang dengan apa adanya
IV. PENUTUP
Demikian yang dapat saya sampaikan, mengenai kegiatan literasi yang berlangsung di sekolah saya.
Saya berharap ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.



