Rabu, 18 April 2018

Laporan Kegiatan Literasi SMKN 9 Jakarta

Nama : Komala Dewi
Kelas : X - Ap 1
Otomatisasi & Tata Kelola Perkantoran
Tahun ajaran 2017/2018
Pembimbing : Kusnari,M.pd

LAPORAN KEGIATAN LITERASI SMKN 9 JAKARTA


I. KATA PENGANTAR
    Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kehadiratnya lah, saya dapat menyelesaikan blog ini yang berjudul "Laporan Kegiatan Literasi SMKN 9 Jakarta" dengan baik tanpa halangan. Blog ini telah saya selesaikan atas berkat bantuan dari beberapa pihak.
Oleh karena itu saya sampaikan banyak terima kasih kepada beberapa pihak yang terlibat dalam penyelesaian blog ini.

Diluar itu,  penulis sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya masih banyak kesalahan dalam penulisan blog ini, baik dari segi bahasa, susunan kalimat maupun isi. Oleh sebab itu, dengan kerendahan hati, saya selaku penulis menerima segala kritik dan saran dari pembaca. 
Dengan karya ini saya berharap dapat membantu dan bermanfaat bagu para pembaca.

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil hal - hal yang bermanfaat. 



Jakarta, 19 April 2018




Komala Dewi



II. KEGIATAN



 Setiap hari Rabu di SMKN 9 Jakarta mengadakan kegiatan literasi di lapangan sekolah. Kegiatan ini guna untuk meningkatkan minat baca dan daya baca para siswa/siswi. Para murid diperbolehkan membawa novel yang akan mereka baca.

Novel yang mengandung unsur SARA tidak diperbolehkan untuk para siswa/siswi baca. Kegiatan ini dilakukan sebelum KBM pada jam 06.15 sampai 06.30. Novel yang saya baca disini berjudul "Me Versus High Heels" yang ditulis oleh Maria Ardelia.

III. SINOPSIS


Novel yang berjudul "Me Versus High Heels" ini dapat dikategorikan sebagai novel fiksi.  Sasha adalah cowok tomboi, suka bermain basket, sepak bola, dan kegiatan yang didominasi oleh pria. Sasha kuga tidak suka memakai sepatu tinggi. Ia terbiasa berdandan seenaknya saja. Sikapnya itu membuat orang tua dan teman temannya menggeleng geleng kepala namun Sasha tak peduli. Sasha bersahabat dengan Ronald dan Lola. Mereka bertiga satu SMU. Saat sedang makan malam bersama keluarganya, Sasha bertabrakan dengan pria yang mirip dengan idolanya. Dia bercerita kepada Dondon sahabatnya, ternyata orang itu Arnold saudara tirinya Dondon. Arnold suka sama gadis yang feminim dan suka berdandan. Tanpa disadari, Sasha menyukai Arnold. Saking jatuh cintanya, ia rela berubah demi Arnold. Perlahan - lahan Lola mengajari Sasha menjadi wanita seutuhnya. Meskipun ia telah rela berubah demi Arnold, tetapi tetap saja Arnold tidak menyukai Sasha. Bahasa yang digunakan Maria ini mudah dimengerti karena menggunakan bahasa yang sederhana dan bercirikan anak muda. Alur ceritanya pun tidak bertele - tele. Selain itu pada akhir ceritanya terlalu dramatis. Dalam novel ini Maria Ardelia ingin menyampaikan pada pembaca, bahwa walaupun cinta itu tidak dapat mengubah segalanya tetapi dengan mencintai seseorang bukan harus berarti mengubah orang itu sepenuhnya. Kita harus mencintai orang dengan apa adanya 

IV. PENUTUP
 Demikian yang dapat saya sampaikan, mengenai kegiatan literasi yang berlangsung di sekolah saya.
Saya berharap ini dapat membantu dan bermanfaat bagi para pembaca.

Kamis, 12 April 2018

Kunjungan ke Stasiun Besar Gambir

Nama : Komala Dewi
Kelas  : X OTKP I
Mapel: Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran.
Tahun ajaran : 2017/2018


Laporan Kunjungan ke Stasiun Besar Gambir


Kata Pengantar

     Dengan nama Tuhan yang maha esa. Kami panjatkan puji syukur atas hadiratnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan kunjungan tentang mesin cetak tiket di Stasiun Besar Gambir.

     Laporan ini telah kami susun dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat mempelancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan laporan ini. 

     Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. oleh karena itu dengan tanagan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan kunjungan ini.

     Akhir kata kami berharap semoga laporan kunjungan tentang mesin cetak tiket mandiri di Stasiun Besar Gambir dapat sedikit memberikan manfaat dan informasi mengenai mesin tersebut kepada pembaca.



Jakarta, 5 April 18



Penyusun 

Komala Dewi


1. Perjalanan 

    Pertama-tama kami berkumpul di sekolah pada pukul 06.30 WIB. Untuk sejenak sarapan dan menunggu perintah selanjutnya. Tepat pukul 07.30 WIB, kami mendapat perintah untuk bekumpul di parkiran sekolah untuk membagi kelompok dan di berikan sedikit pengarahan oleh Bapak Edi Sumartono selaku kepala staff Tata Usaha di SMKN 9 Jakarta. Setelah itu kami di berikan skema perjalanan di karenakan bus sekolah tidak bisa di sewa jadi kita menggunakan bus Transjakarta. 

      Kami di dampingi oleh bapak Dwi Agus Haryanto dan juga Ibu Osda Ida Prida Manurung. Kami berangkat menuju halte busway Gedong Panjang dan menunggu kurang lebih sekitar 15 menit. Kemudian kami menaiki busway jurusan balai kota.

     Pada saat perjalanan suara kami harus di kecilkan agar tidak menganggu penumpang lain. Ternyata keindahan kota Jakarta itu indah dan menarik dimana bangunan tua bercampur dengan bangunan modern, itulah yang membuat menarik.

     Sepanjang perjalanan saya hanya berbicara sekali-kali untuk menanyakan kabar maupun tugas. Selang 30 menit kemudian kami sampai di halte balai kota dan sejenak beristirahat kembali absen kembali untuk memastikan tak ada yang tertinggal. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun gambir dengan berjalan kaki kurang lebih 5 menit melewati salah satu pintu masuk silang Monas yang terlihat jelas dari tempat kami berjalan.setelah itu kami pun sampai di suatu lapangan di stasiun gambir.


2.     Stasiun Gambir

Kemudian kami di bagi lagi menjadi 2 kelompok di karenakan tempat mesin cetak mandiri ada di bagian utara dan selatan. X AP 1 di utara bersama Bapak Zaidan dan X AP 2 bersama Ibu Diah, kamimelihat bagaimana proses pencetakkan tiket dan juga melihat ruangan-ruangan yang ada di dalam kawasan stasiun gambir.

Saat berkeliling saya melihat banyak orang-orang yang inginbrtlibur maupun yang ingin pergi ke kampung halaman di lihat dari barang bawaaanya,dan juga para turis asing yang ingin berlibur. Mereka nampak senang dan juga nyaman.

Setelah itu kami di ajak ke sebuah aula yang terdapat di lantai 2. Yang ternyata ruangan itu adalah ruang VIP yang di tujukan untuk penumpang yang membawa rombongan lebih dari 20 orang. Di sana kami melakukan sesi tanya jawab dan juga bersenda gurau.

Kamipun bergegas menuju kembali ke tempat awal  untuk di berikan pengarahan oleh Kepala Stasiun Besar Gambir Ibu Rizky Afrida. Serta penyerahan sertifikat.


3. Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan dari kunjungan ke Stasiun Besar Gambir ini, dapat disimpulkan bahwa :

a. Dari kunjungan ini saya dapat mempelajari cara memesan tiket online.

b. Mengetahui fasilitas yang ada didalam kereta eksekutif perjalanan jarak jauh.



Penutupan

Sekian laporan kunjungan ke stasiun gambir ini saya buat, mohon maaf jika ada kesalahan kata baik disengaja maupun tidak disengaja. Sekian dan terimakasih.


Kesan

Dengan mengunjungi Stasiun Besar Gambir saya dapat menambah ilmu, misalnya cara memesan tiket secara online.


Pesan 

Semoga ilmu yang diberikan dari pembimbing di Stasiun Gambir dapat bermanfaat bagi saya untuk kedepannya.

Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMKN 9

Hai, balik lagi di blog gue! Penasaran apa yang gua buat di blog gue kali ini? Yuk, cekidot!! Selamat membaca!^_^ Nama : Komala Dewi Kela...